https://merauke.times.co.id/
Berita

Yogyakarta Ukir Nama di Pentas Global, JIAF 2025 Pamerkan Ratusan Karya Seniman Dunia

Kamis, 01 Januari 2026 - 06:23
Yogyakarta Ukir Nama di Pentas Global, JIAF 2025 Pamerkan Ratusan Karya Seniman Dunia Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan saat membuka pameran Jogja International Art Fair (JIAF) 2025 di JEC mulai 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. (FOTO: Pemkot Jogja)

TIMES MERAUKE, YOGYAKARTAYogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu episentrum seni rupa dunia.

Jogja International Art Fair (JIAF) 2025 resmi digelar mulai 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 di Jogja Expo Center (JEC), menghadirkan ratusan seniman lintas generasi dan negara dalam satu ruang pameran prestisius.

Ajang seni rupa berskala internasional ini menampilkan lebih dari 800 karya lukis yang merupakan hasil kreativitas 224 pelukis dari Indonesia dan mancanegara. Tak sekadar pameran, JIAF 2025 juga menjadi wadah pertemuan, jejaring, sekaligus ruang dialog antara seniman muda, senior, hingga anak-anak berbakat.

Jogja-International-Art-Fair-a.jpg

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya JIAF 2025. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan keberanian sekaligus kapasitas generasi muda dalam menginisiasi event seni bertaraf internasional yang berkualitas.

“Apresiasi luar biasa atas penyelenggaraan JIAF hari ini. Tadi disampaikan ada sekitar 200-an seniman yang berpartisipasi dengan karya-karya yang sangat menarik. Ini menjadi alternatif baru dalam peta event seni di Jogja,” ujar Wawan saat mengunjungi pameran.

Menurutnya, JIAF tidak hanya memperkaya kalender seni Yogyakarta, tetapi juga memperluas ruang apresiasi bagi seniman lokal agar bisa sejajar dengan seniman dunia.

Dorong Seniman Jogja Go Nasional hingga Global

Lebih lanjut, Wawan Harmawan mendorong para seniman Yogyakarta agar tidak berhenti berpameran di daerah sendiri. Ia menilai sudah saatnya karya-karya seniman Jogja dibawa keluar daerah bahkan ke panggung internasional.

“Sesekali kita boyong seniman-seniman kita untuk berpameran di luar daerah atau luar negeri. Ini penting agar dunia tahu bahwa Jogja memiliki seniman hebat dengan kualitas dan nilai yang layak ditampilkan secara global,” tegasnya.

Ia juga menyinggung perlunya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem industri seni rupa agar lebih berkelanjutan dan ramah bagi pelaku seni.

“Ke depan, tentu perlu dipikirkan kebijakan khusus untuk mendukung industri seni ini. Masukan dari para seniman sangat penting, dan kami terbuka untuk itu,” imbuhnya.

224 Seniman, 835 Karya, dari Lima Benua

Sementara itu, Direktur NR Management, Novita Riatno, selaku penyelenggara menjelaskan bahwa JIAF 2025 diikuti oleh 224 pelukis dengan total 835 karya seni yang dipamerkan kepada publik.

“Saya sangat bangga dengan para seniman Jogja dan Indonesia yang mau membuka diri, berjejaring, berkumpul, serta memperkenalkan Jogja melalui karya seni ke tingkat global,” kata Novita.

Ia menyebutkan, JIAF 2025 melibatkan seniman dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Malaysia, dan Rusia, selain seniman dari berbagai daerah di Indonesia.

Dukungan datang dari hampir seluruh penjuru Nusantara, mulai dari Jakarta, Bogor, Surabaya, Bali, Makassar, Medan, Nusa Tenggara, hingga daerah-daerah seperti Brebes, Malang, dan Banyuwangi. Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi pun terwakili.

“Ini membuktikan bahwa JIAF benar-benar menjadi ruang temu seniman nasional dan internasional,” jelas Novita.

Anak hingga Senior: JIAF Hadirkan Ruang Seni Inklusif

Salah satu daya tarik JIAF 2025 adalah konsep pameran yang inklusif. Sekitar 10 persen peserta atau 22 pelukis merupakan seniman anak-anak berbakat yang telah menorehkan berbagai prestasi. Di sisi lain, sejumlah seniman senior berusia di atas 60 tahun juga turut ambil bagian.

“Kami ingin anak-anak bisa melihat langsung ruang profesional seniman. Bahwa seni bisa menjadi jalan hidup, bukan semata soal materi, tetapi tentang kekayaan batin, jejaring, dan kesempatan untuk melangkah ke level internasional,” ujar Novita.

Keterlibatan seniman senior, menurutnya, juga menjadi bukti bahwa dunia seni tidak mengenal batas usia. “Selama masih berkarya, semua punya ruang. Itulah semangat JIAF,” pungkasnya.

Jogja Tegaskan Diri sebagai Kota Seni Dunia

Dengan skala internasional, keberagaman peserta, serta konsep inklusif lintas generasi, Jogja International Art Fair 2025 semakin mengukuhkan Yogyakarta sebagai kota seni yang hidup, dinamis, dan terbuka terhadap kolaborasi global.

Tak heran jika JIAF kini dipandang sebagai salah satu agenda seni rupa paling bergengsi yang patut diperhitungkan di Indonesia bahkan dunia. (*)

Pewarta : A Riyadi
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Merauke just now

Welcome to TIMES Merauke

TIMES Merauke is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.